memiliki fungsi
dan karakteristik yang berbeda-beda. Dari pengertian tentang sel, Anda
sudah mendapatkan sedikit gambaran yang jelas tentang sel. Walaupun sel
merupakan bagian terkecil dari makhluk hidup, tetapi sel masih memiliki
bagian-bagian lebih kecil lagi yang menyusunnya. Di situlah terjadinya
segala aktivitas di dalam sel. Bagian sel tersebut dinamakan organela.
Jenis organela-organela tersebut bermacam-macam dan masing-masing
memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda-beda.
Dari gambar tersebut dapat diketahui
bahwa setiap sel hidup mempunyai unsur-unsur pokok yang bertugas pada
proses-proses kehidupan makhluk hidup, antara lain membran plasma,
sitoplasma, dan organela. Bagian-bagian sel itu mempunyai fungsi atau
tugas sendiri-sendiri.
Coba perhatikan lagi struktur sel pada
gambar diatas. Gambar tersebut memperlihatkan struktur sel yang
tersusun atas beberapa bagian. Bagian-bagian tersebut antara lain
seperti berikut.
Struktur dan Peranan Bagian-Bagian Sel
1. Membran Sel
Membran sel berupa selaput tipis, disebut juga plasmalema. Tebal membran antara 5-10 nm (1nm = 1 x 110
-9
m). Apabila diamati dengan mikroskop cahaya tidak terlihat jelas,
tetapi keberadaannya dapat dibuktikan pada waktu sel mengalami
plasmolisis.
S. Singer dan E.Nicolson (1972)
menyampaikan teori tentang membran sel. Teori ini disebut teori membran
mozaik cair, yang menjelaskan bahwa membran sel terdiri atas protein
yang tersusun seperti mozaik (tersebar) dan masing-masing tersisip di
antara dua lapis fosfolipid.
Membran sel merupakan bagian terluar sel
dan tersusun secara berlapislapis. Bahan penyusun membran sel yaitu
lipoprotein yang merupakan gabungan antara lemak dan protein.
Membran sel mengandung kira-kira 50%
lipid dan 50% protein. Lipid yang menyusun membran sel terdiri atas
fosfolipid dan sterol. Fosfolipid memiliki bentuk tidak simetris dan
berukuran panjang. Salah satu ujung fosfolipid bersifat mudah larut
dalam air (hidrofilik), yang disebut dengan ujung polar. Bagian sterol
bersifat tidak larut dalam air (hidrofobik) yang disebut dengan ujung
nonpolar. Fosfolipid tersusun atas dua lapis. Dalam hal ini protein
dibedakan menjadi 2 sebagai berikut.
a. Protein Ekstrinsik (Perifer)
Protein ini letaknya tersembul di antara
dua lapis fosfolipid. Protein ekstrinsik bergabung dengan permukaan
luar membran dan bersifat hidrofilik yaitu mudah larut dalam air.
b. Protein Intrinsik (Integral)
Protein ini letaknya tenggelam di antara
dua lapis fosfolipid. Protein intrinsik bergabung dengan membran dalam
dan bersifat hidrofobik yaitu tidak mudah larut dalam air.
Penyusun membran sel yang berupa
karbohidrat berikatan dengan molekul protein yang bersifat hidrofilik
sehingga disebut dengan glikoprotein. Adapun karbohidrat yang berikatan
dengan lipid yang bersifat hirofilik disebut dengan glikopolid.
Sifat dari membran sel ini adalah
selektif permiabel artinya adalah dapat dilalui oleh air dan zat-zat
tertentu yang terlarut di dalamnya. Membran sel memiliki fungsi antara
lain:
sebagai pelindung sel,mengendalikan pertukaran zat, dantempat terjadinya reaksi kimia.

Untuk
menunjang fungsinya ini, membran sel memiliki kemampuan untuk mengenali
zat. Zat yang dibutuhkan akan diizinkan masuk, sedangkan zat yang sudah
tidak digunakan berupa sampah akan dibuang. Ada juga zat tertentu yang
dikeluarkan untuk diekspor ke sel lain.
Masuknya zat dari luar melalui membran
sel yaitu melalui peristiwa transpor pasif dan transpor aktif. Agar
lebih jelas memahami struktur membran sel.
2. Inti Sel (Nukleus)
Nukleus merupakan organ terbesar sel,
dengan ukuran diameter antara 10-20 nm. Nukleus memiliki bentuk bulat
atau lonjong. Hampir semua sel memiliki nukleus, karena nukleus ini
berperan penting dalam aktivitas sel, terutama dalam melakukan sintesis
protein. Namun ada beberapa sel yang tidak memiliki nukleus antara lain
sel eritrosit dan sel trombosit. Pada kedua sel ini aktivitas
metabolisme terbatas dan tidak dapat melakukan pembelahan.
Biasanya sebuah sel hanya memiliki satu
nukleus saja, yang terletak di tengah. Namun ada sel-sel yang memiliki
inti lebih dari satu yaitu pada sel parenkim hati dan sel otot jantung,
yang memiliki dua buah nukleus. Adapun pada sel otot rangka terdapat
banyak nukleus. Komposisi nukleus terdiri atas membran nukleus, matriks,
dan anak inti.
a. Membran Nukleus (Karioteka)
Susunan molekul membran ini sama dengan
susunan molekul membran sel, yaitu berupa lipoprotein. Membran inti juga
dilengkapi dengan poripori yang dapat memungkinkan hubungan antara
nukleoplasma dan sitoplasma. Pori-pori ini berperan dalam memindahkan
materi antara inti sel dan sitoplasmanya.
Membran inti hanya bisa dilihat dengan
jelas dengan menggunakan mikroskop elektron. Membran inti terdiri atas
dua selaput yaitu selaput luar dan selaput dalam. Selaput luar
mengandung ribosom pada sisi yang menghadap sitoplasma dan sering kali
berhubungan dengan membran retikulum endoplasma.
b. Matriks (Nukleoplasma)
Nukleoplasma terdiri atas cairan inti yang tersusun dari zat protein inti yang disebut dengan nukleoprotein.
c. Anak Inti (Nukleolus)

Di dalam nukleolus banyak terkandung kromosom, yaitu benang-benang halus DNA. Kromosom tersebut berfungsi untuk:
1) menentukan ciri-ciri yang dimiliki sel;
2) mengatur bentuk sel;
3) menentukan generasi selanjutnya.
DNA tersusun dalam kromosom yang
terdapat pada nukleoplasma, sedangkan tempat sintesis RNA terjadi pada
nukleolus. Untuk lebih memahami tentang struktur nukleus dapat dilihat
pada gambar diatas
3. Sitoplasma
Sitoplasma merupakan suatu cairan sel
dan segala sesuatu yang larut di dalamnya, kecuali nukleus (inti sel)
dan organela. Sitoplasma yang berada di dalam inti sel disebut
nukleoplasma. Sitoplasma bersifat koloid kompleks, yaitu tidak padat
dan tidak cair. Sifat koloid sitoplasma ini dapat berubahubah tergantung
kandungan air. Jika konsentrasi air tinggi maka koloid akan bersifat
encer yang disebut dengan sol, sedangkan jika konsentrasi air rendah
maka koloid bersifat padat lembek yang disebut dengan gel.
Sitoplasma tersusun atas air yang di
dalamnya terlarut molekul-molekul kecil (mikromolekul) dan
molekul-molekul besar (makromolekul), ion-ion dan bahan hidup (organela)
ukuran partikel terlarut yaitu 0,001 – 1 mikron, dan bersifat
transparan. Bagian yang merupakan lingkungan dalam sel adalah matrik
sitoplasma. Tiap-tiap organela mempunyai struktur dan fungsi khusus.
Organela yang menyusun sitoplasma adalah sebagai berikut.
a. Mitokondria
Mitokondria merupakan organela penghasil
energi dalam suatu sel. Mitokondria memiliki bentuk bulat tongkat dan
berukuran panjang antara 0,2-5 mikrometer dengan diameter 0,5
mikrometer.
Dengan bantuan mikroskop cahaya,
keberadaan mitokondria dapat terlihat, tetapi untuk dapat melihat
struktur dasarnya harus menggunakan mikroskop elektron.
Mitokondria disusun oleh bahan-bahan
antara lain fosfolipid dan protein. Mitokondria mempunyai dua lapisan
membran, yaitu membran luar dan membran dalam. Permukaan pada membran
luar halus, sedangkan pada membran dalam banyak terdapat lekukan-lekukan
ke dalam yang disebut krista. Adanya lekukan-lekukan ini akan dapat
memperluas bidang permukaannya. Krista berperan dalam penyerapan oksigen
untuk respirasi.
Mitokondria
Dari proses respirasi inilah dapat
dihasilkan energi. Jadi, mitokondria berfungsi untuk tempat respirasi
sel atau sebagai pembangkit energi. Mitokondria mempunyai enzim yang
dapat mengubah energi potensial dari makanan kemudian disimpan dalam
bentuk ATP. ATP inilah yang merupakan sumber energi sebagai bahan bakar
untuk melakukan proses kegiatan untuk hidup.
Sel-sel mana saja yang banyak terdapat
mitokondria pada tubuh manusia? Tentu saja sel-sel yang banyak melakukan
aktivitas kerja. Pada bagian organ mana dalam tubuh Anda yang paling
aktif dan giat bekerja? Misalnya jika seorang olahragawan melakukan
aktivitas berolahraga, maka bagian tubuh yang paling aktif bekerja
adalah otot. Otot akan selalu berkontraksi ketika seseorang bergerak.
Bahkan, ketika Anda tidur pun sel selalu melakukan pemecahan ATP. Coba
analisalah kegunaan ATP ketika kita dalam keadaan tidur. Kegunaan ATP
yaitu sebagai energi yang digunakan untuk mengganti sel-sel yang rusak,
untuk memompa jantung, dan lainlain.
Mitokondria banyak terdapat pada bagian
tubuh antara lain otot, hati, jantung, ginjal, karena bagian tubuh
tersebut paling aktif melakukan kerja dan menghasilkan energi. Struktur
mitokondria dapat dilihat pada gambar diatas.
b. Retikulum Endoplasma
Untuk memahami struktur retikulum
endoplasma, perhatikan gambar dibawah. Retikulum endoplasma merupakan
sistem yang sangat luas, membran di dalam sel berupa saluran-saluran dan
tabung pipih. Membran ini lebih tipis dari membran plasma. Komposisi
kimia tersusun atas lipoprotein.
Retikulum Endoplasma
Retikulum endoplasma ada dua macam, yaitu retikulum endoplasma kasar dan retikulum endoplasma halus.
1) Retikulum Endoplasma Kasar (REK)
Retikulum endoplasma
kasar ditempeli dengan ribosom yang tersebar merata pada permukaannya.
Ribosom merupakan tempat sintesis protein. Protein yang sudah terbentuk
kemudian akan diangkut ke bagian dalam retikulum endoplasma, dan
kemudian disimpan di dalam membran yang berkantong yang disebut
vesikula.
2) Retikulum Endoplasma Halus (REH)
Retikulum endoplasma
halus tidak ditempeli oleh ribosom. Permukaan REH ini menghasilkan
enzim yang dapat mensintesis fosfolipid, glikolipid, dan steroid.
Jadi, secara umum fungsi retikulum endoplasma antara lain:
1) penghubung selaput luar inti dengan sitoplasma, sehingga menjadi penghubung materi genetik antara inti sel dengan sitoplasma;
2) transpor protein yang disintesis dalam ribosom; dan
3) biosintesis fosfolipid, glikolipid, dan sterol.
c. Ribosom
Ribosom merupakan struktur terkecil yang
bergaris tengah 17-20 mikron, letaknya di dalam sitoplasma sehingga
hanya bisa dilihat dengan bantuan mikroskop elektron. Semua sel hidup
memiliki ribosom. Ribosom berfungsi untuk sintesis protein, yang
selanjutnya digunakan untuk pertumbuhan, perkembangbiakan atau perbaikan
sel yang rusak. Pada sel-sel yang aktif dalam sintesis protein, ribosom
dapat berjumlah 25% dari bobot kering sel.
Coba sebutkan pada bagian organ mana
saja pada tubuh manusia yang paling banyak terdapat ribosom? Keberadaan
ribosom secara acak tersebar di dalam sitoplasma, tetapi ada beberapa
yang terikat pada membran retikulum endoplasma kasar (REK).
Sel hati merupakan sel yang banyak mengandung ribosom, karena sel hati terlibat aktif dalam melakukan sintesis protein.
d. Badan Golgi
Gambar itu menunjukkan badan golgi. Perhatikan strukturnya.
Organela ini ditemukan pertama kali oleh
Camilio Golgi, seorang ilmuwan dari Italia. Badan golgi biasa dijumpai
pada sel tumbuhan maupun hewan. Pada sel hewan terdapat 10-20 badan
golgi. Lain halnya dengan tumbuhan yang memiliki ratusan badan golgi
pada setiap sel. Badan golgi terdiri atas sekelompok kantong pipih yang
dibatasi membran yang dinamakan saccula. Di dekat saccula terdapat
vesikel sekretori yang berupa gelembung bulat. Badan golgi pada tumbuhan
disebut dengan diktiosom. Pada diktiosom terjadi pembuatan polisakarida
dalam bentuk selulosa yang digunakan sebagai bahan penyusun dinding
sel.
Secara umum fungsi dari badan golgi antara lain:
secara aktif terlibat dalam proses sekresi, terutama pada sel-sel kelenjar;membentuk dinding sel pada tumbuhan;menghasilkan lisosom;membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah dinding sel telur.
e. Lisosom
Lisosom hanya ditemukan pada sel hewan
saja. Lisosom merupakan struktur agak bulat yang dibatasi membran
tunggal, memiliki ukuran diameter 1,5 mikron. Lisosom berperan aktif
melakukan fungsi imunitas. Lisosom berisi enzim-enzim hidrolitik untuk
memecah polisakarida, lipid, fosfolipid, dan protein. Lisosom berperan
dalam pencernaan intrasel, misalnya pada protozoa atau sel darah putih.

Lisosom
juga berperan penting dalam matinya sel-sel. Lisosom banyak terdapat
pada sel-sel darah terutama leukosit, limfosit, dan monosit. Di dalam
sel-sel tersebut lisosom berperan mensintesis enzim-enzim hidrolitik
untuk mencernakan bakteri-bakteri patogen yang menyerang tubuh. Agar
dapat memahami struktur lisosom, perhatikan gambar berikut.
Lisosom membantu menghancurkan sel yang
luka atau mati dan menggantikan dengan yang baru yang disebut dengan
autofagus. Contohnya lisosom banyak terdapat pada sel-sel ekor kecebong.
Ekor kecebong secara bertahap akan diserap dan mati. Hasil
penghancurannya digunakan untuk pertumbuhan sel-sel baru bagi katak yang
sedang dalam masa pertumbuhan. Begitu pula selaput antara jari-jari
tangan dan kaki manusia ketika berujud embrio akan hilang setelah embrio
tersebut lahir.
f. Sentrosom
Sentrosom hanya dijumpai pada sel hewan.
Bentuk sentrosom bulat kecil. Organela ini terdapat di dekat inti,
berperan dalam proses pembelahan sel. Sentrosom menyerupai bola-bola
duri karena adanya serat-serat radial.
g. Vakuola
Vakuola ialah organela sitoplasmik yang
berisi cairan dan dibatasi selaput tipis yang disebut tonoplas. Vakuola
berbentuk cairan yang di dalamnya terlarut berbagai zat seperti enzim,
lipid, alkaloid, garam mineral, asam, dan basa. Pada sel tumbuhan,
vakuola selalu ada. Semakin tua suatu tumbuhan, maka vakuola yang
terbentuk semakin besar.
Vakuola berperan untuk menyimpan zat
makanan berupa sukrosa dan garam mineral, selain juga berfungsi sebagai
tempat penimbunan sisa metabolisme, seperti getah pada batang tumbuhan
karet. Untuk memahami struktur vakuola pada tumbuhan Anda dapat melihat
Gambar 1.11!
Vakuola juga terdapat pada protozoa. Vakuola protozoa berupa vakuola kontraktil dan vakuola nonkontraktil.
1)Vakuola kontraktil
Vakuola kontraktil
disebut juga vakuola berdenyut. Vakuola kontraktil memiliki fungsi
sebagai osmoregulator yaitu mengatur nilai osmotik dalam sel.
2) Vakuola nonkontraktil
Vakuola
nonkontraktil disebut juga vakuola makanan, yang berfungsi untuk
mencerna makanan dan mengedarkan hasil pencernaan makanan ke seluruh
tubuh.
h. Plastida
Plastida juga merupakan organela
spesifik yang terdapat pada sel tumbuhan. Di dalam plastida terdapat zat
pigmen. Mekanisme kerja plastida sangat dipengaruhi oleh rangsang
cahaya. Pada lingkungan yang banyak terdapat penyinaran matahari, maka
plastida menghasilkan pigmen warna yang disebut kloroplas, antara lain
pigmen hijau (klorofil), kuning (xantin), dan kuning kemerah-merahan
(xantofil). Plastida yang tidak terkena cahaya matahari tidak akan
menghasilkan pigmen warna yang disebut leukoplas atau amiloplas yaitu
untuk tempat amilum.
i. Kloroplas
Pada sel tumbuhan ada bagian paling
spesifik yang tidak terdapat pada sel hewan, yaitu bagian yang berperan
dalam proses fotosintesis. Bagian manakah itu? Tentu Anda sudah
mengetahui bahwa bagian yang dimaksud adalah klorofil. Klorofil
dihasilkan oleh suatu struktur yang disebut kloroplas.

Bagaimanakah
warna daun-daun tumbuhan tersebut? Kloroplas hanya terdapat dalam sel
tumbuhan dan ganggang tertentu. Pada sel-sel tumbuhan, kloroplas
berbentuk cakram dengan diameter 5-8 m dengan tebal 2-4 m. Kloroplas
dapat dilihat pada gambar berikut.
Pada gambar tersebut terlihat bahwa
kloroplas dibungkus oleh membran ganda, yaitu membran internal (dalam)
dan membran eksternal (luar).
1) Membran Internal (Dalam)
Pada membran ini
tidak terdapat lipatan (halus), dan terdapat banyak pigmen fotosintesis
yang terletak pada thilakoid. Pigmen ini akan menangkap cahaya matahari
dan mengubah energi cahaya ini menjadi energi kimia dalam bentuk ATP
(Adenosin Trifosfat), melalui proses fotosintesis. Tumpukan dari
beberapa thilakoid akan membentuk granum. Thilakoid yang memanjang
menghubungkan granum satu dengan lainnya disebut stroma. Pigmen
fotosintesis tersebut antara lain klorofil dan karotenoid.
a) Klorofil
Klorofil meliputi
klorofil a dan b. Klorofil merupakan pigmen hijau untuk menangkap energi
cahaya matahari, misalnya sinar merah, biru, ungu, dan memantulkan
sinar hijau.
b) Karotenoid
Karotenoid merupakan pigmen kuning sampai jingga. Karotenoid menyerap sinar gelombang antara hijau-biru.
2) Membran Eksternal (Luar)
Pada membran
ekternal ini tidak mengandung klorofil maupun karotenoid, melainkan
mengandung pigmen xanthofil yang disebut violaxanthin. Dari uraian di
atas dapat kita ketahui bahwa di dalam sel yang masih hidup selalu
terdapat unsur-unsur pokok seperti disebutkan di atas. Sel hidup masih
selalu melakukan aktivitas tumbuh dan berkembang. Aktivitas ini
dilakukan oleh bagian-bagian pokok sel tersebut.
Coba Anda bayangkan
jika sel tidak memiliki organela-organela seperti di atas, apakah yang
akan terjadi? Tentunya kita tidak dapat tumbuh dan berkembang, tetapi
perlu Anda ketahui bahwa pertumbuhan sel ini bersifat terarah dan
terkendali.
Contohnya sel-sel
janin, ia tahu persis kapan harus membelah dan kapan harus berhenti,
sehingga hanya ada 2 kaki, 2 tangan, 2 mata, 2 ginjal, bahkan jika kita
perhatikan jari kelingking tidak lebih panjang dari jari manis dan
sebagainya. Contoh tersebut menggambarkan pembelahan sel yang terarah
dan terkendali.
Dengan mengetahui
sifat sel yang terarah dan terkendali akan menimbulkan rasa kagum dan
selanjutnya kita harus mensyukurinya sebagai anugerah Tuhan Yang Maha
Esa kepada kita dan makhluk hidup lain di bumi.
Semoga uraian tentang
struktur dan peranan bagian-bagian sel ini dapat dimengerti, selamat belajar.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar