Mekanisme transpor zat melalui membran
terjadi pada proses metabolisme tumbuhan. Dari penjelasan di depan Anda
telah mengetahui bahwa sel merupakan penyusun jaringan tumbuhan dan
hewan. Segala aktivitas terjadi dalam sel, sehingga fungsi jaringan pun
dapat dilakukan dengan baik. Tentunya di sini ada hubungan antara sel
satu dengan yang lain, terutama dalam hal transpor zat-zat untuk proses
metabolisme tumbuhan. Zat-zat tersebut keluar masuk sel dengan melewati
membran sel.
Mekanisme Transpor Zat Melalui Membran
Cara zat melewati membran sel melalui beberapa mekanisme berikut.
1. Transpor Pasif
Transpor pasif merupakan perpindahan zat
yang tidak memerlukan energi. Perpindahan zat ini terjadi karena
perbedaan konsentrasi antara zat atau larutan. Transpor pasif melalui
peristiwa difusi, osmosis, dan difusi terbantu.
a. Difusi
Proses difusi sering terjadi pada tubuh
kita. Tanpa kita sadari, tubuh kita selalu melakukan proses ini, yaitu
pada saat kita menghirup udara. Ketika menghirup udara, di dalam tubuh
akan terjadi pertukaran gas antarsel melalui proses difusi.
Contoh lain proses difusi adalah saat
kita membuat minuman sirup. Sirup yang kita larutkan dengan air akan
bergerak dari larutan yang konsentrasinya tinggi ke larutan yang
konsentrasinya rendah.
Pada masing-masing zat, kecepatan difusi
berbeda-beda. Untuk contoh kasus yang dijelaskan, yaitu antara sirup
dan gas, maka kecepatan difusi sirup lebih besar pada gas.
b. Osmosis
Untuk memahami tentang osmosis,
perhatikan dibawah. Gambar 1.16 menunjukkan proses osmosis. Air akan
berpindah dari A menuju B melalui membran semi permeabel sehingga
diperoleh hasil larutan isotonis, yaitu konsentrasi air sama untuk dua
larutan antara A dan B, walaupun hasil akhirnya nanti volume antara A
dan B berbeda. Setelah terjadi osmosis, maka gambar prosesnya menjadi
seperti berikut.
Dari ilustrasi itu dapat disimpulkan
bahwa osmosis adalah proses perpindahan air dari zat yang berkonsentrasi
rendah (hipotonis) ke larutan yang berkonsentrasi tinggi (hipertonis)
melalui membran semipermeabel, sehingga didapatkan larutan yang
berkonsentrasi seimbang (isotonis). Peristiwa osmosis dapat kita temukan
dalam kehidupan sehari-hari antara lain pada penyerapan air melalui
bulu-bulu akar, dan mengerutnya sel darah merah yang dimasukkan ke dalam
larutan hipertonis.
c. Difusi Terbantu
Proses difusi terbantu difasilitasi oleh
suatu protein. Difusi terbantu sangat tergantung pada suatu mekanisme
transpor dari membran sel. Difusi terbantu dapat ditemui pada kehidupan
sehari-hari, misalnya pada bakteri Escherichia coli yang diletakkan pada
media laktosa. Membran sel bakteri tersebut bersifat impermeabel
sehingga tidak dapat dilalui oleh laktosa. Setelah beberapa menit
kemudian bakteri akan membentuk enzim dari dalam sel yang disebut
permease, yang merupakan suatu protein sel. Enzim permease inilah yang
akan membuatkan jalan bagi laktosa sehingga laktosa ini dapat masuk
melalui membran sel.
2. Transpor Aktif
Transpor aktif merupakan transpor
partikel-partikel melalui membran semipermeabel yang bergerak melawan
gradien konsentrasi yang memerlukan energi dalam bentuk ATP. Transpor
aktif berjalan dari larutan yang memiliki konsentrasi rendah ke larutan
yang memiliki konsentrasi tinggi, sehingga dapat tercapai keseimbangan
di dalam sel. Adanya muatan listrik di dalam dan luar sel dapat
mempengaruhi proses ini, misalnya ion K+ , Na+ dan Cl–.
Peristiwa transpor aktif dapat Anda lihat pada peristiwa masuknya
glukosa ke dalam sel melewati membran plasma dengan menggunakan energi
yang berasal dari ATP.
Contoh lain terjadi pada darah di dalam
tubuh kita, yaitu pengangkutan ion kalium (K) dan natrium (Na) yang
terjadi antara sel darah merah dan cairan ekstrasel (plasma darah).
Kadar ion kalium pada sitoplasma sel darah merah tiga puluh kali lebih
besar daripada cairan plasma darah. Tetapi kadar ion natrium plasma
darah sebelas kali lebih besar daripada di dalam sel darah merah.
Adanya pengangkutan ion bertujuan agar
dapat tercapai keseimbangan kadar ion di dalam sel. Mekanisme transpor
ion ini dapat terlihat pada gambar berikut.
Peristiwa transpor aktif dibedakan menjadi dua, yaitu endositosis dan eksositosis.
a. Endositosis
Endositosis merupakan peristiwa
pembentukan kantong membran sel. Endositosis terjadi karena ada transfer
larutan atau partikel ke dalam sel. Peristiwa endositosis dibedakan
menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
1) Pinositosis
Pinositosis merupakan peristiwa masuknya
sejumlah kecil medium kultur dengan membentuk lekukan-lekukan membran
sel. Peristiwa ini dapat terjadi bila konsentrasi protein dan ion
tertentu pada medium sekeliling sel sesuai dengan konsentrasi di dalam
sel. Proses pinositosis dapat diamati dengan mikroskop elektron.
Sel-sel yang melakukan proses
pinositosis ini antara lain sel darah putih, epitel usus, makrofag hati,
dan lain-lain. Tahapan proses pinotosis adalah sebagai berikut.
Keterangan gambar:
- Molekul-molekul medium kultur mendekati membran sitoplasma.
- Molekul-molekul mulai melekat (menempel) pada plasma, hal ini terjadi karena adanya konsentrasi yang sesuai antara protein dan ion tertentu pada medium sekeliling sel dengan di dalam sel.
- Mulai terbentuk invaginasi pada membran sitoplasma.
- Invaginasi semakin ke dalam sitoplasma.
- Terbentuk kantong dalam sitoplasma dan saluran pinositik.
- Kantong mulai lepas dari membran plasma dan membentuk gelembunggelembung kantong.
- Gelembung-gelembung kantong mulai mempersiapkan diri untuk melakukan fragmentasi.
- Gelembung pecah menjadi gelembung yang lebih kecil.
2) Fagositosis
Fagositosis merupakan peristiwa yang
sama seperti pada pinositosis tetapi terjadi pada benda padat yang
ukurannya lebih besar. Fagositosis dapat diamati dengan mikroskop
misalnya yang terjadi pada Amoeba. Tahap-tahap fagositosis dapat
terlihat pada gambar berikut.
Keterangan gambar:
- Sebuah sel Amoeba mendekati sel Paramaecium.
- Amoeba membentuk kaki semu (pseudopodia) dan semakin mendekati Paramaecium.
- Amoeba mengurung sel Paramaecium dengan kaki semu dan memasukkannya ke dalam vakuola makanan.
- Lisosom pada Amoeba mulai bergabung (fusi) dengan vakuola makanan untuk mengeluarkan enzim pencernaan.
b. Eksositosis
Eksositosis adalah proses keluarnya
suatu zat ke luar sel. Proses ini dapat Anda lihat pada proses kimia
yang terjadi dalam tubuh kita, misalnya proses pengeluaran hormon
tertentu. Semua proses sekresi dalam tubuh merupakan proses eksositosis.
Sel-sel yang mengeluarkan protein akan berkumpul di dalam badan golgi.
Kantong yang berisi protein akan bergerak ke arah permukaan sel untuk
mengosongkan isinya.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar